MAS ZAIN

  • Bearanda
  • Aku?
  • Facebook-ku
Home » Psikologi » Sufisme » Teologi » Mimpi itu Jembatan

Rabu, 11 Maret 2015

Mimpi itu Jembatan



“Wahai ayahku, inilah arti mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhan ku telah menjadikannya kenyataan.”
(Q.S. Yusuf: 100)

K I S A H dalam al-Qur’an, ketika Kanjeng Nabi Yusuf as., menceritakan perihal tentang mimpinya kepada sang ayah, "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Q.S. Yusuf: 04). Merenungi informasi al-Qur’an tersebut, secara logika (berdasarkan alam nyata), pernahkah kamu bertanya-tanya; apakah bintang, matahari, dan bulan bisa sujud? Bagaimana cara mereka bersujud? Ya, itu karena terlanjur persepsi kita tentang sujud adalah “sujud” seperti salah satu gerakan dalam shalat. Pernahkah kamu melihat—atau paling tidak membayangkan—bagaimana bintang, matahari, dan bulan bersujud?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, bisa jadi kita menjawabnya dengan sok ringan tanpa mensyaratkan berpikir panjang, kira-kira begini; lah, namanya juga mimpi, semuanya bisa terjadi. Jawaban yang sederhana sih dan sedikit bernada “ngeles”. Namun jawaban itu benar dan menyimpan pengetahuan tentang mimpi. Paling tidak kita mengetahui sedikit sifatnya mimpi.
Dalam mimpi, sesuatu yang tak mungkin bisa mungkin dan sesuatu yang mungkin bisa tak mungkin. Menurut Ibnu Arabi mimpi termasuk kedalam alam imajinasi. Menurut beliau, imajinasi adalah tempat penampakan wujud-wujud spiritual, para malaikat dan roh, tempat mereka memperoleh bentuk dan figur-figur “rupa penampakan” mereka, dan karena disana konsep-konsep murni (ma`ani) dan data indera (mahsusat) bertemu dan memekar menjadi figur-figur personal yang dipersiapkan untuk menghadapi drama event rohani. Ya, imajinasi adalah jembatan—atau dalam bahasa santri “wasilah”—antara alam ghaib dan nyata, antara alam ruhani dan indrawi. Dan kemampuan imajinasi ini, masih kata Ibnu Arabi, tetaplah aktif meski kita dalam keadaan terjaga. Namun imajinasi kalah dengan aktifitas panca indra kita. hal ini mengingatkan saya pada kata-kata Imam al-Ghazali, bahwa ketika manusia menutup semua pintu indra—yakni dalam keadaan tidur—maka pintu ghaib pun terbuka. Maka jangan heran bila bagi sebagian manusia, mimpi adalah salah satu sumber informasi dan ilmu. Bahkan mimpi menjadi perantara wahyu dan ilham yang disampaikan oleh Tuhan pada manusia. Ihdinâ ash shirâth al-mustaqîm! Âmin!
Wallahu a’lam![]
Rembang-Pasuruan, 16 Februari 2015

f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Mas Zain
21.22

Belum ada komentar untuk "Mimpi itu Jembatan"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Monggo :

About Me

Foto Saya
Mas Zain
Aku..... ya aku!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ►  2019 (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (1)
    • ►  November (1)
  • ▼  2015 (9)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ▼  Maret (3)
      • Cemburu (1)
      • Mimpi itu Jembatan
      • Tingkahku
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Oktober (1)

Categories

  • Filsafat (19)
  • Psikologi (14)
  • Puisi (1)
  • Sastra (1)
  • Sosial (1)
  • Sufisme (19)
  • Teologi (20)

Entri Populer

My Facebook

Mas Zain

Buat Lencana Anda

Followers

Links

  • Emha Ainun Najib
  • Kumpulan Puisi
  • Salafiyah Syafi'iyah
  • SufiNews
  • www.arabic.web.id
  • Achmad's Blog

Blogroll

  • panggilakuella

Rabu, 11 Maret 2015

Mimpi itu Jembatan



“Wahai ayahku, inilah arti mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhan ku telah menjadikannya kenyataan.”
(Q.S. Yusuf: 100)

K I S A H dalam al-Qur’an, ketika Kanjeng Nabi Yusuf as., menceritakan perihal tentang mimpinya kepada sang ayah, "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Q.S. Yusuf: 04). Merenungi informasi al-Qur’an tersebut, secara logika (berdasarkan alam nyata), pernahkah kamu bertanya-tanya; apakah bintang, matahari, dan bulan bisa sujud? Bagaimana cara mereka bersujud? Ya, itu karena terlanjur persepsi kita tentang sujud adalah “sujud” seperti salah satu gerakan dalam shalat. Pernahkah kamu melihat—atau paling tidak membayangkan—bagaimana bintang, matahari, dan bulan bersujud?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, bisa jadi kita menjawabnya dengan sok ringan tanpa mensyaratkan berpikir panjang, kira-kira begini; lah, namanya juga mimpi, semuanya bisa terjadi. Jawaban yang sederhana sih dan sedikit bernada “ngeles”. Namun jawaban itu benar dan menyimpan pengetahuan tentang mimpi. Paling tidak kita mengetahui sedikit sifatnya mimpi.
Dalam mimpi, sesuatu yang tak mungkin bisa mungkin dan sesuatu yang mungkin bisa tak mungkin. Menurut Ibnu Arabi mimpi termasuk kedalam alam imajinasi. Menurut beliau, imajinasi adalah tempat penampakan wujud-wujud spiritual, para malaikat dan roh, tempat mereka memperoleh bentuk dan figur-figur “rupa penampakan” mereka, dan karena disana konsep-konsep murni (ma`ani) dan data indera (mahsusat) bertemu dan memekar menjadi figur-figur personal yang dipersiapkan untuk menghadapi drama event rohani. Ya, imajinasi adalah jembatan—atau dalam bahasa santri “wasilah”—antara alam ghaib dan nyata, antara alam ruhani dan indrawi. Dan kemampuan imajinasi ini, masih kata Ibnu Arabi, tetaplah aktif meski kita dalam keadaan terjaga. Namun imajinasi kalah dengan aktifitas panca indra kita. hal ini mengingatkan saya pada kata-kata Imam al-Ghazali, bahwa ketika manusia menutup semua pintu indra—yakni dalam keadaan tidur—maka pintu ghaib pun terbuka. Maka jangan heran bila bagi sebagian manusia, mimpi adalah salah satu sumber informasi dan ilmu. Bahkan mimpi menjadi perantara wahyu dan ilham yang disampaikan oleh Tuhan pada manusia. Ihdinâ ash shirâth al-mustaqîm! Âmin!
Wallahu a’lam![]
Rembang-Pasuruan, 16 Februari 2015

Diposting oleh Mas Zain di 21.22
Label: Psikologi, Sufisme, Teologi
Lokasi: Rembang, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 MAS ZAIN - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger