MAS ZAIN

  • Bearanda
  • Aku?
  • Facebook-ku
Home » Filsafat » Sufisme » Teologi » DUNGU-KU

Sabtu, 26 Januari 2019

DUNGU-KU

بسم الله الرحمن الرحيم
Duh, betapa bebalnya kami. Bahkan setiap detak jantung, kami memaksiati Mu, alpa pada Mu.
Kau ma'afkanlah kami, karena maksiat kami itu tanda ke-debuan kami yang tak sanggup mencapai Kudus Mu yang melangit. Karena tak sanggupnya kami untuk menerjemahkan dan melampiaskan rindu warisan Adam as.—yang entah bagaimana. Kami kecelek dalam ke-tercelek-an kami. Karena kami bukanlah kekasih terkasih Mu, yang Kau terangi langkahnya di jalan cinta meski hidupnya merana (karena dalam cinta). Maka ambillah hati kami, lalu Kau ukirlah nama Mu disana sehingga kami mampu membaca & menerjemahkan Nya. sehingga kami mampu melampiaskannya dengan cara membaca ukiran itu, seakan melihat wajah Mu. Bila tidak, maka sungguhlah kami tak akan pernah sanggup menari, karena Kau terlalu Kudus untuk aku yang terlalu debu.

Bonot Lor, 03 Mei 2017

Isya’ yang berdebu
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Mas Zain
11.43

Belum ada komentar untuk "DUNGU-KU"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Monggo :

About Me

Foto Saya
Mas Zain
Aku..... ya aku!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2019 (3)
    • ▼  Januari (3)
      • DUA HATI
      • DUNGU-KU
      • R I N D U
  • ►  2017 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Oktober (1)

Categories

  • Filsafat (19)
  • Psikologi (14)
  • Puisi (1)
  • Sastra (1)
  • Sosial (1)
  • Sufisme (19)
  • Teologi (20)

Entri Populer

My Facebook

Mas Zain

Buat Lencana Anda

Followers

Links

  • Emha Ainun Najib
  • Kumpulan Puisi
  • Salafiyah Syafi'iyah
  • SufiNews
  • www.arabic.web.id
  • Achmad's Blog

Blogroll

  • panggilakuella

Sabtu, 26 Januari 2019

DUNGU-KU

بسم الله الرحمن الرحيم
Duh, betapa bebalnya kami. Bahkan setiap detak jantung, kami memaksiati Mu, alpa pada Mu.
Kau ma'afkanlah kami, karena maksiat kami itu tanda ke-debuan kami yang tak sanggup mencapai Kudus Mu yang melangit. Karena tak sanggupnya kami untuk menerjemahkan dan melampiaskan rindu warisan Adam as.—yang entah bagaimana. Kami kecelek dalam ke-tercelek-an kami. Karena kami bukanlah kekasih terkasih Mu, yang Kau terangi langkahnya di jalan cinta meski hidupnya merana (karena dalam cinta). Maka ambillah hati kami, lalu Kau ukirlah nama Mu disana sehingga kami mampu membaca & menerjemahkan Nya. sehingga kami mampu melampiaskannya dengan cara membaca ukiran itu, seakan melihat wajah Mu. Bila tidak, maka sungguhlah kami tak akan pernah sanggup menari, karena Kau terlalu Kudus untuk aku yang terlalu debu.

Bonot Lor, 03 Mei 2017

Isya’ yang berdebu
Diposting oleh Mas Zain di 11.43
Label: Filsafat, Sufisme, Teologi

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 MAS ZAIN - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger