MAS ZAIN

  • Bearanda
  • Aku?
  • Facebook-ku
Home » Filsafat » Teologi » Baik dan Buruk

Minggu, 03 Agustus 2014

Baik dan Buruk




"Tuhan itu tunggal.
Maka kita—sebagai makhluk-Nya—wajib ber-dualisme; dua-dua alias berpasang-pasangan. Sebab kita kosong! Bukankah bila kita berkumpul dengan pasangan semacam positif berkumpul negatif; kosong?"

Ada pertanyaan menarik dari teman saya, pertanyaannya begini; kenapa perbuatan buruk ada? Seandainya tidak ada perbuatan buruk, negara kita pasti damai, tidak ada teroris, tidak ada korupsi, dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Maka jadilah dunia ini indah tanpa namanya keburukan. Pertanyaannya memang sederhana, tapi sangat menarik untuk di renungkan.
Apakah dunia akan indah, bila manusia tidak ada yang berbuat keburukan? Semua manusia hanya akan berbuat kebaikan. Sepintas bila kita berlogika, memang terbayang indah dan makmur bila dunia ini tanpa adanya keburukan. Saya jadi teringat, dalam al-Qur'an bahwa Tuhan telah menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Hal itu juga sependapat dengan banyak ilmuwan yang berpendapat bahwa, semua didunia ini diciptakan dengan pasangannya. Jantan (xy) dengan betina (xx) mewakili jenis kelamin, hitam dengan putih mewakili gelap dan terang, begitu juga dengan baik dengan buruk, itu semua saling berpasangan.
J.J. Thomson, seorang ilmuwan menemukan  partikel yang saling berpasangan dan saling tarik menarik di dalam atom yaitu; proton yang bermuatan positf (+) dan netron yang bermuatan negatif (-). Hal ini membuktikan segala sesuatu memiliki pasangan. Aneh ya? Tapi hal itu logis dan ilmiah.
Begitu juga dengan “baik” dan “buruk”, dua nama yang saling berlawanan, yang saling mentiadakan namun juga saling mengadakan. Itu namanya berpasangan. Jika, tidak saling mentiadakan dan mengadakan bukan berpasangan namanya. Karena sesuatu yang disebut berpasangan adalah jika keduanya dipertemukan, maka akan menjadi nol atau setimbang.
Logikanya begini; jika positif satu (+1) ditambah dengan negatif satu (-1), maka tidak lain dan tidak salah hasilnya sama dengan nol (0), itu yang pernah kita pelajari tentang pelajaran matematika di SD. Tidak beda juga dengan manusia, jika seorang laki-laki ditemukan atau dikawinkan dengan seorang wanita yang dicintainya, maka gejolak rindu di dalam hati keduanya akan menjadi tenang dan stabil, itulah yang dinamakan keadaan setimbang.

Jadi, janganlah berharap atau membayangkan keburukan di dunia nyata ini musnah, hidup ini terasa hambar bagai kuah tanpa garam, dunia akan merasa bosan.  Karena keburukan dan kebaikan termasuk perbuatan yang saling berpasangan dan berpasangan itu indah. Maka, manusia tidak akan pernah bisa memusnahkan keburukan dari kehidupan dunia selama masih ada kebaikan. Yang kita bisa hanyalah meminimalkan keburukan dengan berusaha menempatkan diri kita pada posisi kebaikan. Semoga kita dapat menjadi manusia yang bisa menempatkan diri pada posisi kebaikan. Ihdinâ ash-shirâth al-mustaqîm!  
Wallahu A’lam![]
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Mas Zain
21.02

Belum ada komentar untuk "Baik dan Buruk"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Monggo :

About Me

Foto Saya
Mas Zain
Aku..... ya aku!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ►  2019 (3)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
  • ▼  2014 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ▼  Agustus (7)
      • Kenapa dan Kenapa?
      • Kepingin Diam
      • Ternyata Kita (Masih) Sekedar Lebay Kawan!
      • Belajar dari Mencintai
      • (Tentang) Perempuan
      • Galau!
      • Baik dan Buruk
    • ►  Juli (1)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Oktober (1)

Categories

  • Filsafat (19)
  • Psikologi (14)
  • Puisi (1)
  • Sastra (1)
  • Sosial (1)
  • Sufisme (19)
  • Teologi (20)

Entri Populer

  • Hasratku (Manusia)
    “Aku tidak memiliki alasan apa pun menyangkut kepergianku. Yang kutahu hanyalah aku harus pergi ke mana pun getaran ini menuntutku. Hi...
  • MERENGEK RENGEK
    بسم الله الرحمن الرحيم “Duhai, Tuhan ku. Harapanku kepada Mu tak pernah putus meskipun aku berbuat maksiat kepada Mu. Kecemasanku tak a...
  • Baik dan Buruk
    "Tuhan itu tunggal. Maka kita—sebagai makhluk-Nya—wajib ber-dualisme; dua-dua alias berpasang-pasanga...

My Facebook

Mas Zain

Buat Lencana Anda

Followers

Links

  • Emha Ainun Najib
  • Kumpulan Puisi
  • Salafiyah Syafi'iyah
  • SufiNews
  • www.arabic.web.id
  • Achmad's Blog

Blogroll

  • panggilakuella

Minggu, 03 Agustus 2014

Baik dan Buruk




"Tuhan itu tunggal.
Maka kita—sebagai makhluk-Nya—wajib ber-dualisme; dua-dua alias berpasang-pasangan. Sebab kita kosong! Bukankah bila kita berkumpul dengan pasangan semacam positif berkumpul negatif; kosong?"

Ada pertanyaan menarik dari teman saya, pertanyaannya begini; kenapa perbuatan buruk ada? Seandainya tidak ada perbuatan buruk, negara kita pasti damai, tidak ada teroris, tidak ada korupsi, dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Maka jadilah dunia ini indah tanpa namanya keburukan. Pertanyaannya memang sederhana, tapi sangat menarik untuk di renungkan.
Apakah dunia akan indah, bila manusia tidak ada yang berbuat keburukan? Semua manusia hanya akan berbuat kebaikan. Sepintas bila kita berlogika, memang terbayang indah dan makmur bila dunia ini tanpa adanya keburukan. Saya jadi teringat, dalam al-Qur'an bahwa Tuhan telah menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Hal itu juga sependapat dengan banyak ilmuwan yang berpendapat bahwa, semua didunia ini diciptakan dengan pasangannya. Jantan (xy) dengan betina (xx) mewakili jenis kelamin, hitam dengan putih mewakili gelap dan terang, begitu juga dengan baik dengan buruk, itu semua saling berpasangan.
J.J. Thomson, seorang ilmuwan menemukan  partikel yang saling berpasangan dan saling tarik menarik di dalam atom yaitu; proton yang bermuatan positf (+) dan netron yang bermuatan negatif (-). Hal ini membuktikan segala sesuatu memiliki pasangan. Aneh ya? Tapi hal itu logis dan ilmiah.
Begitu juga dengan “baik” dan “buruk”, dua nama yang saling berlawanan, yang saling mentiadakan namun juga saling mengadakan. Itu namanya berpasangan. Jika, tidak saling mentiadakan dan mengadakan bukan berpasangan namanya. Karena sesuatu yang disebut berpasangan adalah jika keduanya dipertemukan, maka akan menjadi nol atau setimbang.
Logikanya begini; jika positif satu (+1) ditambah dengan negatif satu (-1), maka tidak lain dan tidak salah hasilnya sama dengan nol (0), itu yang pernah kita pelajari tentang pelajaran matematika di SD. Tidak beda juga dengan manusia, jika seorang laki-laki ditemukan atau dikawinkan dengan seorang wanita yang dicintainya, maka gejolak rindu di dalam hati keduanya akan menjadi tenang dan stabil, itulah yang dinamakan keadaan setimbang.

Jadi, janganlah berharap atau membayangkan keburukan di dunia nyata ini musnah, hidup ini terasa hambar bagai kuah tanpa garam, dunia akan merasa bosan.  Karena keburukan dan kebaikan termasuk perbuatan yang saling berpasangan dan berpasangan itu indah. Maka, manusia tidak akan pernah bisa memusnahkan keburukan dari kehidupan dunia selama masih ada kebaikan. Yang kita bisa hanyalah meminimalkan keburukan dengan berusaha menempatkan diri kita pada posisi kebaikan. Semoga kita dapat menjadi manusia yang bisa menempatkan diri pada posisi kebaikan. Ihdinâ ash-shirâth al-mustaqîm!  
Wallahu A’lam![]
Diposting oleh Mas Zain di 21.02
Label: Filsafat, Teologi
Lokasi: Rembang, Pasuruan, East Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 MAS ZAIN - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger