MAS ZAIN

  • Bearanda
  • Aku?
  • Facebook-ku
Home » Sastra » R I N D U

Sabtu, 26 Januari 2019

R I N D U


Pecinta sejati mati perlahan di bakar dinginnya rindu.
Ketika senja datang, ia mulai merasa sunyi. Ketika malam, hatinya semakin pilu. Meronta tanpa gerak. Menjerit tanpa suara.
Pecinta sejati itu seperti lilin. Berkobar-kobar rindunya. Perlahan-lahan ia mati terbakar rindunya sendiri. Sampai ia mati dalam hidup.

Aku adalah lilin mu, bakarlah!

Bonot Lor, 31 Oktober 2017

Di waktu senja
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
Mas Zain
11.24

Belum ada komentar untuk "R I N D U"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Monggo :

About Me

Foto Saya
Mas Zain
Aku..... ya aku!
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2019 (3)
    • ▼  Januari (3)
      • DUA HATI
      • DUNGU-KU
      • R I N D U
  • ►  2017 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (7)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2009 (1)
    • ►  Oktober (1)

Categories

  • Filsafat (19)
  • Psikologi (14)
  • Puisi (1)
  • Sastra (1)
  • Sosial (1)
  • Sufisme (19)
  • Teologi (20)

Entri Populer

  • Hasratku (Manusia)
    “Aku tidak memiliki alasan apa pun menyangkut kepergianku. Yang kutahu hanyalah aku harus pergi ke mana pun getaran ini menuntutku. Hi...
  • MERENGEK RENGEK
    بسم الله الرحمن الرحيم “Duhai, Tuhan ku. Harapanku kepada Mu tak pernah putus meskipun aku berbuat maksiat kepada Mu. Kecemasanku tak a...
  • Baik dan Buruk
    "Tuhan itu tunggal. Maka kita—sebagai makhluk-Nya—wajib ber-dualisme; dua-dua alias berpasang-pasanga...

My Facebook

Mas Zain

Buat Lencana Anda

Followers

Links

  • Emha Ainun Najib
  • Kumpulan Puisi
  • Salafiyah Syafi'iyah
  • SufiNews
  • www.arabic.web.id
  • Achmad's Blog

Blogroll

  • panggilakuella

Sabtu, 26 Januari 2019

R I N D U


Pecinta sejati mati perlahan di bakar dinginnya rindu.
Ketika senja datang, ia mulai merasa sunyi. Ketika malam, hatinya semakin pilu. Meronta tanpa gerak. Menjerit tanpa suara.
Pecinta sejati itu seperti lilin. Berkobar-kobar rindunya. Perlahan-lahan ia mati terbakar rindunya sendiri. Sampai ia mati dalam hidup.

Aku adalah lilin mu, bakarlah!

Bonot Lor, 31 Oktober 2017

Di waktu senja
Diposting oleh Mas Zain di 11.24
Label: Sastra

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright 2013 MAS ZAIN - All Rights Reserved
Template by Mas Sugeng - Powered by Blogger